TENTANG SIM RUANG TERBUKA HIJAU KOTA MALANG

Sistem Informasi Manajemen RTH merupakan sebuah aplikasi ruang terbuka hijau yang berbasis web atau WebGIS. Sistem Informasi Manajemen RTH dibangun dengan model penyediaan pangkalan data yang dapat menjadi suatu pendekatan baru dalam proses perencanaan dan perancangan pengembangan perkotaan yang efisien dan rasional. Perencanaan dan perancangan kawasan khusus seperti perencanaan RTH saat ini menghadapi permasalahan pengembangan yang sangat kompleks. Untuk itu, perlu adanya sebuah aplikasi yang dapat memvisualisasikan ruang terbuka hijau agar dapat mendukung perencanaan dan perancangan pengembangan kawasan di Kota Malang.

Web site ini merupakan hasil dari Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi dengan Judul: "Rekayasa Sistem Informasi Manajemen green City berbasis WEB sebagai Model Implementasi Pengendalian Kota yang Berkelanjutan"  yang dibiayai oleh Kemenristek Dikti 2018-2020. Substansi WEB ini masih dalam penyempurnaan karena prosen penelitian yang multi tahun. Web Sistem Informasi Manajemen  RTH ini nantinya akan menjadi media informasi yang komprehensif tentang kebijakan Kota Hijau yang terimplementasikan dari kebijakan pemetaan ruang di Kota Malang. Sebagai sistem informasi yang terintegrasi, SIM ini menggunakan data-data dasar dari (1) Data Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang 2010-2030; (2) Rencana Detail Tata Ruang Kota Malang dari 6 (enam) Bagian Wilayah Pengembangan;  Malang Tengah, Malang Utara, Malang Timur Laut, Malang Timur, Malang Tenggara, dan Malang Barat; (3) Master Plan Ruang Terbuka Hijau Kota Malang 2012-2032; (4) Kebijakan Program Pengembangan Kota Hijau; (5) interaksi peta-peta zonasi diintegrasikan dengan Sistem Informasi Tata Ruang (SI-PETARUNG) Kota Malang. Diharapkan media ini juga sekaligus berfungsi sebagai media kontrol terhadap ketersediaan RTH kota sebagaimana dipersyaratkan dalam UU N0. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Hal ini penting karena Kota Malang merupakan salah satu Kota di Indonesia yang ikut menerapkan kebijakan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH). 

8 Atribute Lota HijauSebagai Web Sistem Informasi Management Ruang Terbuka Hijau, informasi dalam web ini mengacu pada 8 Atribut Kota Hijau. Ke delapan atribut tersebut adalah: (1) Green Planning and Design atau perencanaan dan perancangan kota yang ramah lingkungan; (2) Green Open Space atau ketersediaan ruang terbuka hijau; (3) Green Community atau peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas kota hijau. (4) Green Building atau bangunan hemat energi (5) Green Energy atau pengelolaan konsumsi energi yang efisien dan berkelanjutan; (6) Green Water atau pengelolaan air yang efektif dan berkelanjutan; (7) Green waste atau pengelolaan limbah dengan prinsip 3R; (8) Green Transportation atau penerapan sistem transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Green Planning and Design

Perencanaan dan Perancangan Kota yang Ramah Lingkungan

Land Use Kota MalangDalam rangka mewujudkan kota hijau, salah satu upaya yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama pemerintah daerah, adalah mengadopsi pendekatan kota hijau sebagai metafora dari pembangunan berkelanjutan yang lebih berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan permukiman/hunian pada kawasan perkotaan. Dengan demikian kerangka program pengembangan kota hijau dapat digunakan sebagai kerangka dasar dalam menyusun kebijakan perencanaan, perancangan serta pemanfaatan ruang kota. Penataan ruang sebagai matra spasial pembangunan merupakan alat untuk mengkoordinasikan pembangunan perkotaan secara berkelanjutan. Sesuai dengan amanat pasal 3 Undang Undang 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, perlu diwujudkan pengembangan kawasan perkotaan dengan memperhatikan keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan. Salah satu upaya meningkatkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan tata kehidupan kota yang berkelanjutan adalah melalui perwujudan Kota Hijau. Kota Hijau adalah kota ramah lingkungan dengan memanfaatkan secara efektif dan efisien sumberdaya air dan energi, mengurangi limbah, menerapkan sistem transportasi terpadu, menjamin kesehatan lingkungan, mensinergikan lingkungan alamiah dan buatan, berdasarkan perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Green Open Space

Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau

Kebijakan penyediaan dan pemanfaatan ruang untuk pengembangan RTH di Kota Malang bertujuan menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan sosial dan budaya. Penyediaan dan pemanfaatan fungsi RTH sebagai upaya untuk memperbaiki, menjaga iklim mikro, nilai estetika, menyerap air tanah, menciptakan keseimbangan dan harmoni lingkungan fisik kota. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau sangat penting dalam mengendalikan dan menjaga integritas dan kualitas lingkungan. Pengendalian pembangunan perkotaan harus dilakukan secara proporsional dan seimbang antara fungsi pembangunan dan lingkungan. Perencanaan Ruang Terbuka Hijau Kota Malang akan memperhatikan pola pergerakan kota yang membentuk pola ruang kota Malang.

Green Community

Peningkatan Peran Masyarakat Sebagai Komunitas Kota Hijau

Partisipasi masyarakat adalah pendekatan pembangunan perkotaan yang menempatkan masyarakat urban sebagai subyek pembangunan. Masyarakat perkotaan merupakan sumber daya potensial, yang memiliki sumber daya keuangan dan kompetensi dalam pembangunan perkotaan. Isu krusialnya adalah bagaimana meningkatkan partisipasi pemangku kepentingan dalam pembangunan perkotaan. Pembangunan perkotaan adalah sebuah proses, termasuk tahap perencanaan, perancangan kebijakan, implementasi kebijakan pembangunan dan evaluasi keberhasilan atau kegagalan pembangunan perkotaan.

Green Energy

Pengelolaan Konsumsi Energi yang Efisien dan Berkelanjutan

Pembangunan berkelanjutan didefinisikan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Pengertian tersebut mengisaratkan bahwa ada tiga konsep kunci yang perlu diperhatikan yaitu; Pengembangan; Kebutuhan; Dan Generasi masa depan. Pembangunan berkelanjutan memiliki tujuan untuk; Melindungi sumber daya alam (konservasi sumber daya); Pengembangan lingkungan binaan, menjaga kualitas lingkungan, menghindari kesetaraan sosial, dan meningkatkan partisipasi. Uraian di atas menjelaskan lebih jauh bagaimana konsep pembangunan berkelanjutan menjadi tuntutan yang semakin menonjol. Pada tingkat operasional, konsep pembangunan berkelanjutan sebenarnya masih menuntut prasyarat penyelarasan dalam perencanaan, perancangan, implementasi dan pengendalian operasional.

Green Transportation

Penerapan Sistem Transportasi yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Transportasi Hijau atau Transportasi Berkelanjutan merupakan konsep penggunaan moda transportasi yang tidak bergantung energi sumber daya alam, seperti penggunaan Bahab Bakar Minyak yang berbasis Fosil. Moda transportasi ini menggunakan sumber energi terbarukan. Implementasi transportasi hijau mempunyai dampak lingkungan yang sangat rendah, karena mode transportasi ini tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca. Penggunaan moda tranportasi yang berbasis energi surya, mobil hybride berbahan bio gas, merupakan model implementasi moda green transportation

Salah satu bentuk implementasi konsep transportasi hijau adalah "Smart transportation". Bentuk lain penerapan transportasi hijau, adalah mobilitas dengan sumberdaya personal (berjalan kaku atau bersepeda) moda sepeda yang semakin diminati saat ini sangat menunjang perbaikan iklim mikro kota serta kesehatan bagi masyarakat. Transportasi hijau ini membuat hidup kita lebih sehat, dapat mengurangi kemacetan, mengurangi ketergantungan pada mobil & minyak bumi, lebih aman & lebih murah jika dilakukan secara masal, serta membantu menyelamatkan bumi.

Penggunaan transportasi masal berbasis Rel seperti Kereta - Kereta Modern Berkecepatan Tinggi (Eurostar, TGV Prancis, Sinkanzen di Jepang); Kereta regional dan Komuter (KRL, Monorel, Trem, dll), sangat berkontribusi pada pengurangan moda-moda transportasi pribadi yang berbasis bahan bakar fosil (mobil, motor, dll). Kereta listrik di kota-kota beser negara maju dengan moda utama transportasi berbasis Rel dapat menyelesaikan masalah mobilitas, lingkungan, ekonomi, kesehatan, dan sosial yang serius dalam skala global.

Moda transportasi kota yang paling murah dan ramah lingkungan adalah Sepeda. Sehingga sepeda merupakan bentuk moda transportasi yang paling berkelanjutan, murah, bebas polusi, menggunakan ruang yang kecil untuk berkendara dan parkir. Saat ini sedang booming sepeda lipat (folding bike) untuk para komuter, yang diperkenankan masuk ke moda-moda transportasi berbasis Rel (KRL, MRT, monorel) dan sebaginya. Diperlukan kebijakan kota yang berpihak pada moda transportasi sepeda. Kota-kota harus dibuat ramah sepeda untuk mendorong penggunaannya yang luas.

Fitur SIM Green City

berikut ini adalah fitur-fitur yang terdapat dalam SIM Green City

Detail Plan

Berisi informasi dan data tentang detail perencanaan dan perancangan pada Sub Wilayah Perencanaan (SWP).

RTBL

Memberikan informasi dan data tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan yang telah ada pada setiap SWP.

Regulasi RTH

Berisi tentang informasi dan data terkait dengan regulasi penyediaan RTH baik aspek kualitas maupun kuantitasnya.

Partisipasi Masyarakat

Berisi tentang informasi dan data terkait pemberdayaan dan peningkatan partisipasi publik dalam pengembangan RTH Kota.

CSR

Berisi tentang informasi dan forum pelibatan masyarakat melalui Corporate Social Responsibility (CSR).